Kamis, 25 Oktober 2012

ASAM DAN BASA

Kimia Asam Basa

Dalam tulisan ini, kita akan mempelajari senyawa asam dan basa, ciri-ciri senyawa asam dan basa, serta metode untuk membedakan asam dan basa. Selain itu, kita akan mempelajari tingkat keasaman larutan (pH), menghitung pH larutan asam dan basa, serta menghitung pH larutan hasil reaksi asam dan basa. Selain menghitung  pH larutan, kita juga akan mempelajari beberapa konsep teori asam-basa serta berbagai jenis oksida yang dapat menghasilkan senyawa asam dan basa saat dilarutkan di dalam air.
Saat kita masuk ke dapur atau kamar mandi, kita dapat menemukan berbagai macam senyawa asam dan basa. Saat kita membuka lemari pendingin, kita dapat menemukan minuman ringan (soft drink) yang banyak mengandung asam karbonat. Cuka merupakan asam, sedangkan soda kue merupakan basa. Pada bak tempat cucian, kita menemukan amonia dan bahan pencuci lainnya, yang merupakan basa. Di dalam kotak obat, kita menemukan obat aspirin, suatu senyawa asam, dan berbagai jenis antasida yang merupakan senyawa basa. Kehidupan kita sehari-hari dipenuhi oleh asam dan basa.
Beberapa sifat asam yang dapat diamati di sekeliling kita, antara lain :
  1. Berasa masam (ingat, di laboratorium, kita mengujinya, bukan mencicipinya)
  2. Terasa sangat pedih bila terkena kulit (korosif)
  3. Bereaksi dengan logam-logam tertentu (lihat : Elektrokimia I : Penyetaraan Reaksi Redoks dan Sel Volta) menghasilkan gas hidrogen
  4. Bereaksi dengan batu kapur (CaCO3) dan soda kue (NaHCO3) menghasilkan gas karbon dioksida
  5. Bereaksi dengan kertas lakmus dan mengubah lakmus biru menjadi merah
Beberapa sifat basa yang dapat diamati di sekeliling kita, antara lain :
  1. Berasa pahit (ingat, di laboratorium, kita mengujinya, bukan mencicipinya)
  2. Terasa licin di kulit
  3. Bereaksi dengan minyak dan lemak
  4. Bereaksi dengan kertas lakmus dan mengubah lakmus merah menjadi biru
  5. Bereaksi dengan asam menghasilkan garam dan air
Sejumlah asam dan basa yang dapat kita temukan di dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Asam yang Umum Kita Temukan di Rumah
Nama Kimia Rumus Molekul Nama Pasaran/Kegunaan
asam hidroklorat HCl asam murat
asam asetat CH3COOH cuka
asam sulfat H2SO4 larutan elektrolit pada aki
asam karbonat H2CO3 air terkarbonasi
asam borat H3BO3 antiseptik, obat tetes mata
asam asetilsalisilat C16H12O6 aspirin
Basa yang Umum Kita Temukan di Rumah
amonia NH3 pembersih
natrium hidroksida NaOH larutan alkali (lindi) kuat
natrium bikarbonat NaHCO3 soda kue
magnesium hidroksida Mg(OH)2 susu magnesia
kalsium karbonat CaCO3 antasida
aluminium hidroksida Al(OH)3 antasida
Saat kita melihat tabel di atas, kita menemukan fakta bahwa semua asam mengandung ion hidrogen (ion H+), sedangkan kebanyakan basa mengandung ion OH-. Dua teori dasar yang dapat digunakan untuk menjelaskan konsep asam-basa secara mikroskopis adalah sebagai berikut :
1. Teori Asam-Basa Arrhenius
Teori ini digunakan dalam larutan dengan air sebagai pelarut. Teori ini merupakan teori asam-basa modern yang pertama kali berkembang. Menurut teori ini, asam adalah suatu bahan yang apabila dilarutkan di dalam air, menghasilkan ion H+ (ion hidrogen). Sebaliknya, basa adalah suatu bahan yang apabila dilarutkan di dalam air, menghasilkan ion OH- (ion hidroksida).

HCl(g) merupakan asam Arrhenius, sebab pada saat larut di dalam air, gas tersebut akan terionisasi (membentuk ion) dengan melepaskan ion H+.
HCl(g) +  H2O(l) →  HCl(aq) →  H+(aq) +  Cl-(aq)
Menurut teori Arrhenius, natrium hidroksida diklasifikasikan ke dalam kelompok basa, sebab pada saat larut, akan dihasilkan ion hidroksida.
NaOH(s) +  H2O(l) →  NaOH(aq) →  Na+(aq) +  OH-(aq)
Arrhenius juga mengelompokkan reaksi antara asam dan basa sebagai reaksi netralisasi, sebab jika kita mencampurkan suatu larutan asam dengan suatu larutan basa, kita akan mendapatkan larutan netral yang terdiri atas air dan garam.
HCl(aq) +  NaOH(aq) →  H2O(l) +  NaCl(aq)
H+(aq) +  Cl-(aq) +  Na+(aq) +  OH-(aq) →  H2O(l) +  Na+(aq) +  Cl-(aq)
(Air terbentuk dari penggabungan ion hidrogen dan ion hidroksida; Persamaan ion bersih sama untuk semua reaksi asam-basa Arrhenius, yaitu H+(aq) + OH-(aq) →  H2O(l).
Teori ini tetap digunakan, walaupun jarang. Sama seperti teori-teori lain, teori ini memiliki beberapa keterbatasan. Sebagai contoh, reaksi fasa gas antara gas amonia dan gas hidrogen klorida dalam wadah tertutup, berlangsung melalui persamaan reaksi berikut :
NH3(g) +  HCl(g) →  NH4+ + Cl- →  NH4Cl(s)
Dua gas yang tidak berwarna bercampur, dan kemudian menghasilkan padatan putih amonium klorida. Ion di dalam persamaan reaksi ini menunjukkan peristiwa yang sesungguhnya terjadi; HCl memberikan ion H+-nya kepada amonia. Pada dasarnya ini merupakan hal yang sama seperti yang terjadi pada reaksi HCl dengan NaOH. Sebaliknya, reaksi yang melibatkan amonia tidak dapat dikelompokkan ke dalam reaksi asam-basa, sebab reaksi tersebut tidak terjadi di dalam air dan tidak melibatkan ion hidroksida. Oleh karena itu, untuk menerangkan proses yang terjadi pada amonia, suatu teori asam-basa baru dikembangkan, yaitu teori asam-basa Bronsted-Lowry.
2.Teori Asam-Basa Bronsted-Lowry

Teori ini menggunakan konsep memberi dan menerima ion hidrogen. Teori Bronsted-Lowry berusaha mengatasi keterbatasan teori Arrhenius dengan mendefinisikan asam sebagai penyumbang (donor) proton (ion H+) dan basa sebagai penerima (akseptor) proton (ion H+).  Basa menerima ion H+ dengan melengkapi satu pasang elektron bebas untuk membentuk ikatan kovalen koordinasi (datif) (lihat : Ikatan Kimia dan Tata Nama Senyawa Kimia).
Pada reaksi antara NH3 dengan HCl, spesi HCl bertindak sebagai pemberi proton, atau sebagai asam. Sedangkan amonia sebagai penerima proton atau sebagai basa. Amonia memiliki pasangan elektron bebas yang tidak berikatan yang dapat digunakan untuk membentuk ikatan kovalen koordinasi (datif).
Menurut teori asam-basa Arrhenius, reaksi asam-basa merupakan reaksi netralisasi. Namun, menurut teori asam-basa Bronsted-Lowry, reaksi asam-basa merupakan reaksi kompetisi untuk menangkap proton. Sebagai contoh, berikut adalah reaksi amonia dengan air :
HN3)g) +  H2O(l) →  NH4OH(aq) <—>  NH4+(aq) +  OH-(aq)
Amonia merupakan basa (menangkap proton), sedangkan air merupakan asam (memberikan proton) pada reaksi maju (dari kiri ke kanan). Tetapi, pada reaksi balik (dari kanan ke kiri), ion amonium (NH4+) adalah asam, dan ion hidroksida (OH-) adalah basa. Jika keasaman air lebih kuat dari ion amonium, maka konsentrasi ion amonium dan ion hidroksida relatif besar pada saat kesetimbangan. Namun, sebaliknya, jika ion amonium lebih asam dibandingkan air, maka jumlah amonia menjadi jauh lebih banyak dibandingkan ion amonium pada saat kesetimbangan.
Bronsted-Lowry mengatakan bahwa jika suatu asam bereaksi dengan suatu basa, pasangan asam-basa konyugasi dapat terbentuk. Pasangan asam-basa konyugasi dibedakan oleh satu buah ion H+. Pada contoh di atas, NH3 adalah suatu basa, dan NH4+ adalah asam konyugasinya. Di sisi lain, H2O adalah suatu asam, dan ion OH- adalah basa konyugasinya. Pada reaksi di atas, ion OH- merupakan basa kuat, dan amonia merupakan basa lemah. Akibatnya, kesetimbangan cenderung bergeser ke kiri. Dengan demikian, pada kesetimbangan tidak terdapat banyak ion hidroksida.
Selanjutnya kita akan mempelajari konsep asam-basa kuat-lemah. Namun demikian, yang penting untuk diingat, bahwa kekuatan asam-basa tidak sama dengan konsentrasi. Kekuatan merujuk pada jumlah ionisasi atau penguraian yang terjadi pada asam-basa. Konsentrasi merujuk pada jumlah asam-basa yang dimiliki di dalam larutan.
Asam Kuat
Pada saat kita melarutkan gas hidrogen klorida ke dalam air, HCl tersebut akan bereaksi dengan molekul air dan memberikan sebuah proton (ion H+) kepada molekul air.
HCl(g) +  H2O(l) →    H3O+(aq) +  Cl-(aq)
Ion H3O+ disebut ion hidronium. Reaksi ini terjadi hingga kondisi sempurna, yang berarti bahwa reaktan tetap berubah menjadi produk sampai semua habis digunakan. Pada kasus ini, semua HCl terionisasi sempurna menjadi ion H3O+ dan ion Cl-, sehingga tidak ada lagi HCl-nya. Asam seperti HCl, yang terionisasi 100% di dalam air, disebut asam kuat. Sebagai catatan, bahwa air disini, bertindak sebagai basa, menerima proton dari hidrogen klorida.
Asam kuat terionisasi sempurna, maka mudah untuk menghitung konsentrasi ion hidronium dan ion klorida di dalam larutan jika kita mengetahui konsentrasi awal asam kuat tersebut. Sebagai contoh, misalkan kita melarutkan gas HCl 0,1 mol ke dalam satu liter air. Dengan demikian, konsentrasi HCl mula-mula adalah 0,1 mol/L (0,1 M). Kita dapat menuliskan konsentrasi HCl 0,1 M dengan lambang [HCl] = 0,1 M. Senyawa HCl terionisasi sempurna sesuai dengan persamaan reaksi berikut :
HCl(g) +  H2O(l) →    H3O+(aq) +  Cl-(aq)
Berdasarkan persamaan reaksi di atas, terlihat bahwa setiap mol HCl yang terionisasi, akan menghasilkan satu mol ion H3O+ dan satu ion mol Cl-. Dengan demikian, konsentrasi ion dalam larutan HCl 0,1 M adalah :
[H3O+] = 0,1 M
[Cl-] = 0,1 M
Berikut adalah daftar asam kuat yang paling umum kita temukan dalam kehidupan sehari-hari :
Nama Kimia Rumus Molekul
Asam Hidroklorat/Asam Klorida HCl
Asam Hidrobromat/Asam Bromida HBr
Asam Hidroiodat/Asam Iodida HI
Asam Nitrat HNO3
Asam Perklorat HClO4
Asam Sulfat (hanya ionisasi pertama) H2SO4
Asam sulfat disebut pula sebagai asam diprotik, sebab asam tersebut dapat memberikan dua proton, tetapi hanya pada ionisasi pertama yang terjadi 100% secara sempurna. Asam-asam lain yang ditampilkan dalam tabel merupakan asam monoprotik, sebab hanya memberikan satu proton.
Basa Kuat
Menghitung konsentrasi ion hidroksida sangat mudah. Sebagai contoh, kita memiliki 1,5 mol/L (1,5 M) larutan NaOH. Larutan natrium hidroksida tersebut akan terdisosiasi (pecah/terurai) sempurna menjadi ion-ion.
NaOH(aq) →  Na+(aq) +  OH-(aq)
Konsentrasi ion yang dihasilkan masing-masing 1,5 M.
Asam Lemah
Saat kita melarutkan asam asetat (CH3COOH) ke dalam air, yang akan terjadi adalah asam tersebut akan bereaksi dengan molekul-molekul air, memberikan sebuah proton dan membentuk ion hidronium (ion H3O+). Dalam hal ini, terjadi kesetimbangan, di mana kita masih tetap memiliki sejumlah asam asetat yang tidak terionisasi (pada reaksi sempurna, irreversible [lihat : Kesetimbangan Kimia], seluruh reaktan digunakan untuk membentuk produk). Pada sistem kesetimbangan asam lemah, ion-ion berkesetimbangan dengan molekul asam.
Reaksi yang terjadi antara asam asetat dengan air adalah sebagai berikut :
CH3COOH(aq) +  H2O(l) <—>  CH3COO-(aq) +  H3O+(aq)
Asam asetat yang ditambahkan ke dalam air akan terionisasi sebagian. Pada reaksi kesetimbangan ini, hanya sekitar 5% asam asetat yang terionisasi. Sementara 95% lainnya masih dalam bentuk molekul. Jumlah ion hidronium (ion H3O+) yang diperoleh dalam larutan asam yang tidak terionisasi sempurna jauh lebih sedikit dibandingkan yang diperoleh dari asam kuat. Asam yang hanya terionisasi sebagian disebut asam lemah.
Menghitung konsentrasi ion hidronium pada asam lemah tidak sama dengan menghitung pada larutan asam kuat, sebab tidak semua asam lemah yang larut dapat terionisasi. Untuk menghitung konsentrasi ion hidronium, kita harus menggunakan konstanta kesetimbangan untuk asam lemahnya (lihat : Kesetimbangan Kimia). Untuk larutan asam lemah, kita menggunakan konstanta kesetimbangan asam lemah, K. Secara umum :
HA(aq) +  H2O(l) <—>  H3O+(aq) +  A-(aq)
Nilai Ka untuk asam lemah tersebut adalah :
Ka =  {[H3O+][A-]} / [HA]
Sebagai catatan, [HA] menunjukkan konsentrasi molar HA pada kesetimbangan, bukan konsentrasi awal. Konsentrasi air tidak ditunjukkan pada persamaan Ka, sebab konsentrasi air ([H2O]) merupakan konstanta yang akan tergabung dengan Ka.
Berikut ini adalah tabel beberapa contoh asam lemah yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari beserta nilai Ka masing-masing asam lemah :
Nama Asam Rumus Kimia Ka Basa Konyugasi Kb
Asam Fluorida HF 7,1 x 10-4 F- 1,4 x 10-11
Asam Nitrit HNO2 4,5 x 10-4 NO2- 2,2 x 10-11
Asam Asetil Salisilat (Aspirin) C9H8O4 3,0 x 10-4 C9H7O4- 3,3 x 10-11
Asam Format HCOOH 1,7 x 10-4 HCOO- 5,9 x 10-11
Asam Askorbat (Vitamin C) C6H8O6 8,0 x 10-5 C6H7O6- 1,3 x 10-10
Asam Benzoat C6H5COOH 6,5 x 10-5 C6H5COO- 1,5 x 10-10
Asam Asetat CH3COOH 1,8 x 10-5 CH3COO- 5,6 x 10-10
Asam Sianida HCN 4,9 x 10-10 CN- 2,0 x 10-5
Fenol C6H5OH 1,3 x 10-10 C6H5O- 7,7 x 10-5
Sekarang kita kembali ke kesetimbangan asam asetat. Nilai Ka untuk asam asetat adalah 1,8 x 10-5. Persamaan Ka ionisasi asam asetat adalah sebagai berikut :
Ka =  1,8 x 10-5 = {[H3O+][CH3COO-]} / [CH3COOH]
Kita dapat menggunakan nilai Ka ini untuk menghitung konsentrasi ion hidronium. Misalkan diberikan larutan asam asetat 2 M. Kita ketahui bahwa konsentrasi awal asam asetat tersebut adalah 2 M. Kita juga mengetahui bahwa sebagian kecil asam asetat tersebut telah terionisasi, menghasilkan sedikit ion hidronium dan ion asetat. Melalui persamaan reaksi kesetimbangan asam asetat, terlihat bahwa untuk setiap ion hidronium yang terbentuk, akan disertai pula pembentukan ion asetat. Akibatnya, konsentrasi kedua ion tersebut sama. Kita dapat memisalkan nilai [H3O+] dan [CH3COO-] masing-masing sebesar x M.
[H3O+] = [CH3COO-] = x M
Dengan demikian, untuk menghasilkan sebanyak x M ion hidronium dan ion asetat, dibutuhkan asam asetat yang terionisasi sebanyak x M pula. Sehingga, kita dapat menuliskan jumlah asam asetat yang tersisa pada saat kesetimbangan sebagai jumlah asam asetat mula-mula, 2 M, dikurangi dengan yang mengalami ionisasi, sebesar x M.
[CH3COOH] = (2 – x) M
Pada kondisi umum, kita dapat menganggap nilai x sangat kecil dibandingkan dengan konsentrasi asam lemah mula-mula. Jadi, kita dapat mengatakan bahwa nilai 2 – x mendekati 2. Ini berarti bahwa kita dapat sering menganggap konsentrasi asam lemah pada saat kesetimbangan sama dengan konsentrasi mula-mulanya. Persamaan konstanta kesetimbangan asam lemah sekarang dapat dituliskan sebagai berikut :
Ka = 1,8 x 10-5 = {(x)(x)} / (2 – x) = {(x)(x) / (2)}
1,8 x 10-5 = (x)2 / 2
Selanjutnya kita dapat menentukan nilai x, yang sama dengan nilai [H3O+].
x2 = 1,8 x 10-5 x 2
x = (1,8 x 10-5 x 2)1/2 =  6 x 10-3
[H3O+] = 6 x 10-3 M
Salah satu cara untuk membedakan antara asam kuat dengan asam lemah adalah dengan mencari nilai konstanta ionisasi asam (Ka). Jika asamnya memiliki nilai Ka, berarti asam lemah. Jika tidak, berarti asam kuat.
Basa Lemah
Basa lemah juga bereaksi dengan air untuk mencapai sistem kesetimbangan. Amonia merupakan salah satu basa lemah. Amonia dapat bereaksi dengan air untuk membentuk ion amonium dan ion hidroksida.
NH3(g) +  H2O(l) <—>  NH4+(aq) +  OH-(aq)
Seperti halnya asam lemah, basa lemah hanya terionisasi sebagian. Konstanta kesetimbangan basa lemah adalah Kb. Kita menggunakannya sama persis seperti pada saat kita menggunakan Ka (lihat pembahasan Asam Lemah di atas). Yang dicari pada basa lemah adalah [OH-]-nya.
Berikut ini adalah tabel beberapa contoh basa lemah yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari beserta nilai Kb masing-masing basa lemah :
Nama Basa Rumus Kimia Kb Asam Konyugasi Ka
Etil Amina C2H5NH2 5,6 x 10-4 C2H5NH3+ 1,8 x 10-11
Metil Amina CH3NH2 4,4 x 10-4 CH3HN3+ 2,3 x 10-11
Amonia NH3 1,8 x 10-5 NH4+ 5,6 x 10-10
Piridina C5H5N 1,7 x 10-9 C5H5NH+ 5,9 x 10-6
Anilina C6H5NH2 3,8 x 10-10 C6H5NH3+ 2,6 x 10-5
Kafeina C8H10N4O2 5,3 x 10-14 C8H11N4O2+ 0,19
Urea CO(NH2)2 1,5 x 10-14 H2NCONH3+ 0,67
Ketika asam asetat bereaksi dengan air, air bertindak sebagai basa (atau sebagai akseptor proton). Namun, pada saat air bereaksi dengan amonia, air bertindak sebagai asam (atau sebagai donor proton). Ternyata, air dapat bertindak sebagai asam maupun sebagai basa, tergantung bereaksi dengan zat apa. Zat yang dapat bertindak sebagai asam maupun sebagai basa disebut amfoterik. Jika kita mencampurkan air dengan asam, air bertindak sebagai basa. Begitu pula sebaliknya, saat mencampurkan air dengan basa, air bertindak sebagai asam.
Namun, dapatkah air bereaksi dengan dirinya sendiri? Ternyata, ya. Air dapat bereaksi dengan dirinya sendiri. Dua molekul air dapat saling bereaksi, dengan cara yang satu mendonorkan satu proton dan yang lain menerimanya. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
H2O(l) +  H2O(l) <—>  H3O+(aq) +  OH-(aq)
Reaksi tersebut merupakan reaksi kesetimbangan (lihat : kesetimbangan Kimia). Konstanta kesetimbangan yang dimodifikasi disebut Kw (yang menunjukkan konstanta disosiasi air). W adalah water = air. Nilai Kw adalah 1,0 x 10-14 dan mengikuti persamaan berikut :
1,0 x 10-14 = Kw = [H3O+][OH-]
Pada air murni, persamaan reaksi ini menunjukkan bahwa nilai [H3O+] sama dengan [OH-]. Dengan demikian, nilai [H3O+] = [OH-] = 1 x 10-7 M. Nilai Kw selalu konstan (asalkan suhu tidak berubah). Dengan nilai ini, kita dapat mengubah [H3O+] menjadi [OH-], dan sebaliknya, pada berbagai macam larutan (dengan pelarut air), tidak hanya pada air murni. Pada larutan (dengan pelarut air), konsentrasi ion hidronium dan ion hidroksida jarang memiliki nilai yang sama. Namun, dengan mengetahui konsentrasi salah satu ion, dan dengan nilai Kw, kita dapat menentukan konsentrasi ion lainnya.
Kembali kita membahas larutan 2 M asam asetat di atas. Kita mendapatkan [H3O+] sama dengan 6 x 10-3 M. Dengan demikian, kita memiliki cara untuk menghitung [OH-] di dalam larutan tersebut dengan menggunakan rumus Kw.
Kw =  1,0 x 10-14 = [H3O+][OH-]
1,0 x 10-14 =  (6 x 10-3) [OH-]
[OH-]  =  1,0 x 10-14 / 6 x 10-3 =  1,7 x 10-12 M
Besarnya tingkat keasaman suatu larutan tergantung pada konsentrasi ion hidronium di dalam larutan. Semakin asam suatu larutan, semakin besar konsentrasi ion hidronium di dalam larutan tersebut. Dengan kata lain, larutan dengan [H3O+] sama dengan 1,0 x 10-2 M lebih asam daripada larutan dengan [H3O+] yang sama dengan 1,0 x 10-7 M. Oleh karena konsentrasi ion hidronium mupun ion hidroksida umumnya sangat kecil, Sores Sorensen, pada tahun 1909, mengajukan cara praktis untuk menentukan tingkat keasaman larutan, yaitu dengan skala pH. Skala pH adalah skala yang berdasarkan [H3O+], dikembangkan untuk mempermudah penentuan tingkat keasaman larutan. Singkat kata, pH menunjukkan tingkat keasaman relatif suatu larutan. pH didefinisikan sebagai minus logaritma (-log) [H3O+]. Secara matematis, rumus pH dapat dituliskan dalam persamaan berikut :
pH = – log [H3O+]
Berdasarkan konstanta disosiasi air (Kw), nilai [H3O+] pada air murni sama dengan 1,0 x 10-7 M. Dengan menggunakan persamaan matematika ini, kita dapat menghitung pH air.
pH = – log [H3O+]
pH = – log (1,0 x 10-7)
pH = – (-7)
pH = 7
Jadi, pH air sama dengan 7. Para kimiawan menyebut titik ini ( pH = 7) pada skala pH sebagai posisi netral. Suatu larutan disebut asam jika memiliki [H3O+] lebih besar dari air, sehingga pHnya lebih kecil dari 7. Sebaliknya, suatu larutan disebut basa jika memiliki [H3O+] lebih kecil dari air, sehingga pHnya lebih besar dari 7.

Larutan Asam : [H3O+] > 1,0 x 10-7 M ; pH < 7
Larutan Basa : [H3O+] <1,0 x 10-7 M ; pH > 7
Larutan Netral : [H3O+] = 1,0 x 10-7 M ; pH = 7
Skala pH pada dasarnya tidak ada batasnya. Kita dapat saja memiliki larutan dengan pH kurang dari nol (misal : larutan HCl 10 M, memiliki pH = -1). Namun demikian, menurut perjanjian, batas pH adalah dari nol (0) hingga 14, yang digunakan sebagai batas pH asam lemah dan basa lemah, dan juga untuk larutan encer asam kuat dan basa kuat.
Nilai [H3O+] dari larutan asam asetat 2 M (lihat pembahasan Asam Lemah di atas) adalah 6 x 10-3 M. Larutan tersebut termasuk asam. pH larutan tersebut dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :
pH = – log [H3O+]
pH = – log (6 x 10-3)
pH = – (-2,22)
pH = 2,2
Persamaan lain, yang disebut pOH, dapat digunakan untuk menentukan pH suatu larutan. Nilai pOH sama dengan logaritma negatif dari [OH-]. Kita dapat menghitung nilai pOH suatu larutan sama seperti pada saat menghitung pH dengan menggunakan logaritma negatif dari konsentrasi ion hidroksida. Jika kita menggunakan Kw dan bila kedua sisi logaritma dinegatifkan, maka diperoleh :
Kw =  1,0 x 10-14 = [H3O+][OH-]
- log Kw =  – log (1,0 x 10-14) = – log {[H3O+][OH-]}
pKw =  14  = pH + pOH
Persamaan pH + pOH = 14 mempermudah perhitungan pOH menjadi pH. Seperti halnya kita mengubah [H3O+] ke pH, kita juga dapat melakukan perhitungan pH ke [H3O+]. Untuk itu, kita menggunakan persamaan antilog, sebagai berikut :
[H3O+] = 10-pH
Misalkan, darah manusia memiliki pH sekitar 7,3. Hal ini berarti, konsentrasi ion hidronium dalam darah manusia adalah sekitar 10-7,3 = 5,01 x 10-8 M. Dengan cara yang sama, kita dapat menghitung [OH-] dari pOH.
Berikut ini adalah tabel pH beberapa zat yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari :
Zat pH
Pembersih oven 13,8
Penghilang rambut 12,8
Amonia rumah tangga 11,0
Susu magnesia 10,5
Pemutih klor 9,5
Air laut 8,0
Darah manusia 7,3
Air murni 7,0
Susu 6,5
Kopi 5,5
Minuman ringan 3,5
Aspirin 2,9
Cuka 2,8
Jus jeruk 2,3
Asam aki mobil 0,8
Indikator adalah zat (pewarna organik) yang mengalami perubahan warna karena keberadaan asam atau basa. Salah satu contoh ekstrak tanaman yang dijadikan sebagai indikator asam-basa adalah kembang bokor. Jika tanaman ini tumbuh di tanah masam, bunganya akan berwarna merah muda. Sebaliknya, jika tanaman ini tumbuh di tanah alkalin (basa), bunganya akan berwarna biru. Selain kembang bokor, bahan lain yang telah lama dikenal sebagai indikator asam-basa yang baik adalah kubis merah. Ekstrak kubis merah dapat digunakan untuk menguji keasaman zat-zat. Saat dicampur dengan asam, cairan tersebut berubah menjadi merah muda. Sedangkan, saat dicampur dengan basa, cairan tersebut berubah menjadi hijau.
Di dalam ilmu kimia, indikator digunakan untuk menguji keberadaan asam atau basa. Para kimiawan memiliki banyak indikator yang akan berubah pada perubahan kecil pH. Dua indikator yang paling banyak digunakan adalah kertas lakmus dan fenolftalein.
Kertas Lakmus
Lakmus adalah suatu zat yang diekstrak dari sejenis lumut kerak dan diserap ke dalam kertas berpori­. Lumut kerak adalah tanaman yang ditemukan di Belanda, yang terdiri atas ganggang dan jamur yang hidup bersama dan saling menguntungkan satu sama lainnya. Terdapat tiga jenis kertas lakmus, yaitu lakmus merah, lakmus biru, dan lakmus netral. Kertas lakmus merah digunakan untuk menguji basa, dan kertas lakmus biru digunakan untuk menguji asam. Sementara itu, kertas lakmus netral digunakan untuk menguji keduanya. Jika larutan bersifat asam, kertas lakmus netral dan biru akan berubah menjadi merah. Jika larutan bersifat basa, kertas lakmus merah dan netral berubah menjadi biru. Kertas lakmus adalah alat uji yang sangat bagus dan cepat untuk mendeteksi asam dan basa.
Fenolftalein
Fenolftalein merupakan indikator lain yang biasa digunakan. Hingga beberapa tahun yang lalu, fenolftalein digunakan sebagai zat aktif pada obat pencahar. Fenolftalein jernih dan tidak berwarna di dalam larutan asam dan akan berwarna merah muda di dalam larutan basa. Indikator ini biasanya digunakan dalam proses titrasi, yaitu proses penentuan konsentrasi asam atau basa yang tidak diketahui berdasarkan reaksi dengan basa atau asam yang telah diketahui konsentrasinya.
Sebagai contoh, misalkan kita ingin menentukan konsentrasi molar larutan HCl yang belum diketahui. Mula-mula, kita masukkan larutan HCl tersebut dengan volume yang telah diketahui (misalkan digunakan 25 mililiter yang diukur dengan tepat menggunakan pipet) ke dalam labu erlenmeyer dan kemudian tambahkan beberapa tetes indikator fenolftalein (disingkat pp). Oleh karena kita menambahkan indikator pp ke dalam larutan asam, larutan tersebut tetap jernih dan tidak berwarna. Selanjutnya, kita menambahkan sedikit demi sedikit larutan standar natrium hidroksida (NaOH) yang telah diketahui konsentrasinya (misalkan kita gunakan larutan NaOH 0,10 M) dengan buret. Larutan basa terus ditambahkan sehingga larutan yang dititrasi berubah menjadi merah muda. Kita menyebut kondisi ini sebagai titik akhir titrasi, titik saat asam secara tepat ternetralisasi oleh basa.
Dalam percobaan di atas, dimisalkan, diperlukan sebanyak 35,50 mililiter larutan NaOH 0,10 M untuk bereaksi hingga titik akhir titrasi dengan 25 mililiter larutan HCl tercapai. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
HCl(aq) +  NaOH(aq) →  NaCl(aq) +  H2O(l)
Dari persamaan reaksi setara di atas, kita dapat melihat bahwa perbandingan mol antara asam dan basa adalah 1 :  1. Hal ini berarti, jika mol basa yang dibutuhkan dapat dihitung, kita juga dapat mengetahui berapa mol HCl yang ada. Mengetahui volume larutan asam dapat membantu kita menghitung molaritas asam tersebut .
Mol NaOH  =  V x M  =  0,0355 L  x  0,10 M  = 0,00335 mol
Mol HCl  =  mol NaOH  =  0,00335 mol
Volume HCl  =  0,025 L
Konsentrasi HCl  =  mol / volume  =  0,00335 mol /  0,025 L  =  0,142 M
Titrasi suatu basa dengan suatu larutan standar asam (larutan yang telah diketahui konsentrasinya) dapat dihitung dengan cara yang persis sama dengan cara di atas, kecuali pada titik akhir titrasi, warna merah muda menjadi hilang.
Saat kita pergi ke toko obat atau apotik, kita menemukan berbagai jenis obat antasida dari rak ke rak. Antasida adalah salah satu terapan dari ilmu kimia asam-basa.
Lambung memproduksi asam hidroklorat (HCl) untuk mengaktifkan enzim-enzim tertentu (biokatalisator) dalam proses pencernaan. Akan tetapi, kadang-kadang, lambung juga memproduksi terlalu banyak asam, atau asamnya naik sampai kerongkongan (menuju ke pembakaran jantung). Dengan demikian, kelebihan asam lambung tersebut perlu dinetralkan dengan suatu basa. Formulasi basa yang biasa dijual untuk menetralkan asam ini disebut antasida. Antasida mengandung senyawa-senyawa berikut sebagai bahan aktif :
  1. Bikarbonat (NaHCO3 dan KHCO3)
  2. Karbonat (CaCO3 dan MgCO3)
  3. Hidroksida (Al(OH)3 dan Mg(OH)2)
Mencoba memilih antasida “terbaik” untuk digunakan sewaktu-waktu dapat menyulitkan. Tentu saja harga menjadi salah satu faktor. Namun, sifat kimia dari basa juga menimbulkan masalah. Sebagai contoh, seseorang yang menderita tekanan darah tinggi (hipertensi), hendaknya menghindari antasida yang mengandung natruim bikarbonat, karena ion natrium cenderung meningkatkan tekanan darah. Sebaliknya, seseorang yang ingin menjaga dan mencegah hilangnya kalsium dari tulang (osteoporosis), cenderung memilih antasida yang mengandung kalsium karbonat. Namun, kalsium karbonat dan aluminium hidroksida dapat menyebabkan sembelit bila dosis penggunannya berlebihan. Di sisi lain, penggunaan magnesium karbonat dan magnesium hidroksida dosis tinggi dapat berguna sebagai pencahar. Memilih antasida benar-benar memerlukan banyak pertimbangan.
Asam Diprotik dan Poliprotik
Pada reaksi ionisasi asam diprotik (melepaskan 2 ion hidronium) maupun asam poliprotik (melepaskan lebih dari 2 ion hidronium), terjadi pelepasan ion hidronium secara bertahap. Dengan demikian, asam tersebut memiliki beberapa nilai Ka yang berbeda. Sebagai contoh :
H2CO3(aq) <—>  HCO3-(aq) +  H+(aq)
Ka1 =  {[H+][HCO3-]} / [H2CO3]
HCO3-(aq) <—> CO32-(aq) +  H+(aq)
Ka2 =  {[H+][CO32-]} / [HCO3-]
Secara umum, nilai Ka1 suatu asam poliprotik selalu lebih besar dibandingkan nilai Ka tahap-tahap berikutnya. Berikut ini adalah tabel beberapa contoh asam poliprotik yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari beserta nilai Ka masing-masing asam poliprotik :
Nama Asam Rumus Kimia Ka Basa Konyugasi Kb
Asam Sulfat H2SO4 sangat besar HSO4- sangat kecil
Ion Hidrogen Sulfat HSO4- 1,3 x 10-2 SO42- 7,7 x 10-13
Asam Oksalat H2C2O4 6,5 x 10-2 HC2O4- 1,5 x 10-13
Ion Hidrogen Oksalat HC2O4- 6,1 x 10-5 C2O42- 1,6 x 10-10
Asam Sulfit H2SO3 1,3 x 10-2 HSO3- 7,7 x 10-13
Ion Hidrogen Sulfit HSO3- 6,3 x 10-8 SO32- 1,6 x 10-7
Asam Karbonat H2CO3 4,2 x 10-7 HCO3- 2,4 x 10-8
Ion Hidrogen Karbonat HCO3- 4,8 x 10-11 CO32- 2,1 x 10-4
Asam Sulfida H2S 9,5 x 10-8 HS 1,1 x 10-7
Ion Hidrogen Sulfida HS 1,0 x 10-19 S2- 1,0 x 105
Asam Fosfat H3PO4 7,5 x 10-3 H2PO4- 1,3 x 10-12
Ion Dihidrogen Fosfat H2PO4- 6,2 x 10-8 HPO42- 1,6 x 10-7
Ion Hidrogen Fosfat HPO42- 4,8 x 10-13 PO43- 2,1 x 10-2
Selain menggunakan konsep asam-basa Arrhenius maupun Bronsted-Lowry, sifat asam-basa suatu senyawa juga dapat diterangkan dengan konsep asam-basa Lewis. Pada tahun 1932, seorang kimiawan berkebangsaan Amerika, G. N. Lewis, mendefinisikan basa Lewis sebagai zat yang dapat mendonorkan pasangan elektron. Sedangkan asam Lewis didefinisikan sebagai zat yang dapat menerima pasangan elektron bebas. Lewis mendefinisikan asam-basa berdasarkan peristiwa donor-akseptor pasangan elektron.
Sebagai contoh, pada proses protonasi amonia, NH3 berperan sebagai basa Lewis (mendonorkan pasangan elektron). Sebaliknya ion H+ berperan sebagai asam Lewis (menerima pasangan elektron). Ikatan kimia yang terjadi adalah ikatan kovalen koordinasi (lihat : Ikatan Kimia dan Tata Nama Senyawa Kimia). Contoh lain adalah reaksi antara BF3 dengan NH3 membentuk senyawa NH3BF3. Dalam reaksi ini, NH3 bertindak sebagai basa Lewis, sedangkan BF3 sebagai asam Lewis. Teori asam-basa Lewis berlaku baik di sistem pelarut berair, pelarut bukan air, bahkan tanpa pelarut sekalipun (sistem gas).
Beberapa contoh reaksi asam-basa Lewis :
Ag+(aq) +  2 NH3(aq) <—>  Ag(NH3)2+(aq)
Cd4+(aq) +  4 I-(aq) <—>  CdI42-(aq)
Ni(s) +  4 CO(g) <—>  Ni(CO­)4(g)

Rabu, 24 Oktober 2012

Soal dan jawaban evaluasi kingdom protista

Soal dan jawaban evaluasi kingdom protista

Pilihan ganda Soal dan jawaban evaluasi kingdom protista 25 butir. 5 uraian Soal dan jawaban evaluasi kingdom protista.
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Kingdom Protista memiliki ciri sebagai berikut, kecuali ….
a. uniselular
b. eukariot
c. multiselular
d. prokariot
e. memiliki membran inti
2. Berikut adalah contoh Protista yang uniselular, yaitu ….
a. Sargassum
b. ucus
c. Turbinaria
d. Corallina
e. Amoeba
3. Euglena dapat dikatakan mirip tumbuhan dan mirip hewan. Hal berikut yang menyatakan bahwa Euglena mirip tumbuhan adalah ….
a. memiliki flagel
b. memiliki vakuola makanan
c. memiliki kloroplas
d. tidak memiliki dinding sel
e. memiliki membran inti
4. Beberapa protozoa bersifat holozoik. Holozoik artinya ….
a. memakan organisme mati yang telah membusuk
b. memakan organisme yang lebih kecil dari ukuran tubuhnya
c. mampu menghasilkan makanan melalui fotosintesis
d. mampu bergerak bebas mencari sumber makanan
e. memakan makanan tubuh inangnya
5. Protozoa yang menggunakan kaki semu atau pseudopodianya untuk bergerak dikelompokkan dalam phylum ….
a. Rhizopoda
b. Zoomastigophora
c. Ciliophora
d. Actinopoda
e. Apicomplexa
6. Perhatikan gambar berikut.

Bagian yang berfungsi mengontrol perkembangbiakan sel ditunjukkan oleh nomor ….
a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3
7. Tanah globigerina merupakan lapisan tanah hitam di dasar laut yang berasal dari kerangka salah satu anggota kingdom Protista dari phylum ….
a. Rhizopoda
b. Foraminifera
c. Actinopoda
d. Zoomastigophora
e. Apicomplexa
8. Penyakit malaria disebabkan oleh ….
a. Trypanosoma
b. Entamoeba
c. Didinium
d. Plasmodium
e. Toxoplasma
9. Perkembangbiakan secara aseksual pada Paramaecium melalui cara ….
a. pembentukan tunas
b. konjugasi
c. membelah diri
d. transduksi
e. isogami
10. Balantidium coli hidup parasit pada tubuh manusia, yaitu pada organ ….
a. hati
b. usus besar
c. lambung
d. saluran pencernaan
e. usus halus
11. Phylum My omycota memiliki ciri, yaitu seluruh anggotanya ….
a. saprofit
b. kemoautotrof
c. fotoautotrof
d. autotrof
e. heterotrof
12. Pada Acrasiomycota, tubuh buah memiliki fungsi ….
a. sebagai tempat cadangan makanan
b. tempat menempelnya flagel
c. alat reproduksi seksual
d. alat reproduksi aseksual
e. alat pengeluaran sisa metabolisme
13. Peleburan antara dua sel kelamin yang bentuknya sama, tetapi ukurannya berbeda dinamakan ….
a. isogami
b. oogami
c. anisogami
d. fragmentasi
e. konjugasi
14. Pigmen yang sangat dominan pada phylum Phaeophyta adalah ….
a. fukosantin
b. fikosianin
c. karoten
d. klorofil
e. fikoeritrin
15. Berikut ini yang bukan anggota dari protista mirip tumbuhan adalah ….
a. Dinoflagellata
b. Rhodophyta
c. Bacillariophyta
d. Chrysophyta
e. Foraminifera
16. Protista mirip tumbuhan yang salah satu anggotanya apabila populasinya meledak menyebabkan gelombang merah (red tide) berasal dari phylum ….
a. Euglenophyta
b. Apicomplexa
c. Actinopoda
d. Dinoflagellata
e. Rhodophyta
17. Spesies berikut memiliki bentuk kloroplas berbentuk bintang, yaitu ….
a. Chlorella
b. Gelidium
c. Ulva
d. Zygnema
e. Eucheuma
18. Berikut ciri-ciri suatu alga.
1. Uniselular dan multiselular
2. Mengandung pigmen dominan karoten
3. Reproduksi aseksual pada alga multiselular dengan spora
4. Merupakan komponen fitoplankton
Berdasarkan ciri-ciri tersebut, alga tersebut merupakan phylum ….
a. Chlorophyta
b. Cyanophyta
c. Rhodophyta
d. Phaeophyta
e. Chrysophyta
19. Perhatikan gambar berikut.

Dari gambar-gambar organisme tersebut, yang dapat berperan sebagai produsen karena mampu berfotosintesis adalah nomor ….
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
20. Phylum Rhizopoda bergerak menggunakan ….
a. silia
b. pseudopodia
c. flagela
d. flagela ampitrik
e. bulu getar
21. Contoh Protista yang memiliki ciri-ciri seperti anggota hewan, kecuali ….
a. Paramaecium
b. Spirullina
c. Euglena
d. Plasmodium
e. Amoeba
22. Spirogyra memiliki kloroplas berbentuk ….
a. benang
b. bintang
c. spiral
d. bulat
e. mangkuk
23. Pada Rhodophyta, perkembangbiakan secara seksual dihasilkan gamet jantan dan gamet betina. Gamet jantan tidak berflagel dinamakan ….
a. karpogonium
b. spermagonium
c. spermatosit
d. spermatium
e. spermatozigot
24. Protista yang merupakan penyebab penyakit tidur adalah ….
a. Trypanosoma gambiense
b. Leishmania tropica
c. Entamoeba histolitica
d. Trichomonas vaginalis
e. Entamoeba dysentriae
25. Berikut adalah contoh spesies dari kingdom Protista yang memiliki manfaat sebagai alat gosok dan bahan pembuat cat, yaitu ….
a. Gracilaria
b. Eucheuma
c. Gellidium
d. Diatom
e. Chlorella
B. Jawablah pertanyaan berikut secara jelas dan singkat.
1. Jelaskan ciri-ciri kingdom Protista.
2. Kingdom Protista dibagai menjadi beberapa kelompok. Jelaskan setiap kelompoknya.
3. Protista mirip tumbuhan dikelompokan ke dalam beberapa phylum. Berdasarkan apakah pembagian phylum tersebut? Jelaskan dan berikan contohnya.
4. Jelaskan oleh Anda daur hidup Plasmodium vivax yang menyebabkan penyakit malaria tertianau pada manusia.
5. Jelaskan dengan contoh mengenai manfaat kingdom Protista bagi kehidupan.
Kunci jawaban
A. Pilihan Ganda
1. d 15. e
3. c 17. d
5. a 19. e
7. b 21. c
9. c 23. d
11. e 25. d
13. c
B. Soal Uraian
1. Ciri-ciri umum Kingdom Protista adalah
• eukariot
• bergerak menggunakan flagela, pseudopodia, atau silia
• terbagi menjadi tiga macam, yaitu protista mirip tumbuhan, hewan, dan jamur.
3. Berdasarkan pigmen dominan yang dikandungnya. Contohnya alga hijau pigmen dominannya hijau alga merah pigmen dominannya fikoeritrin (merah) dan alga cokelat pigmen dominannya fukosantin (cokelat).
5. • Gracilaria bermanfaat sebagai bahan pangan
• Eucheuma bermanfaat sebagai bahan kosmetik
• Diatom bermanfaat sebagai alat gosok, bahan pembuat cat
• Gellidium bermanfaat sebagai bahan pembuat agaragar
• Chlorella bermanfaat sebagai bahan pangan

CONTOH SOAL LATIHAN BIOLOGI (PROTISTA)

CONTOH SOAL LATIHAN BIOLOGI (PROTISTA)

A. Pilihlah satu jawaban yang tepat!
1. Amoeba termasuk Rhizopoda yang
alat geraknya berupa ....
A. flagela
B. silia
C. pseudopodia
D. bulu cambuk
E. rambut getar
2. Jenis parasit Trypanosoma gambiense
dan Trypanosoma rhodesiense yang
merupakan parasit berbahaya bagi
manusia termasuk kelas ....
A. Flagellata
B. Ciliata
C. Rhizopoda
D. Sporozoa
E. Ciliophora
3. Parasit malaria yang hidup di kelenjar
liur nyamuk disebut ....
A. merozoit
B. sporozoit
C. gametosit
D. oosista
E. sista
4. Konjugasi yang terjadi pada
Paramecium berhubungan dengan ....
A. reproduksi seksual
B. metabolisme
C. pertumbuhan sel
D. reproduksi aseksual
E. adaptasi
5. Protista yang mengandung klorofil
sehingga mampu melakukan fotosintesis
seperti tumbuhan dan mempunyai
flagela untuk bergerak seperti hewan
adalah ....
A. radiolaria
B. foraminifera
C. Euglena
D. Paramecium
E. Noctiluca
6. Organel yang terdapat di dalam
sitoplasma Protozoa air tawar yang
berfungsi sebagai osmoregulasi adalah
....
A. plasmosol
B. selaput plasma
C. plasmogel
D. vakuola kontraktil
E. vakuola nonkontraktil
7. Ditemukanorganisme yang
tempathidupnya di laut dan air tawar,
mempunyai alat gerak berupa bulu
cambuk, dan bersifat parasit. Organisme
tersebut termasuk kc dalam kelas ....
A. Sporozoa
B. Rhizopoda
C. Flagellata
D. Sarcodina
E. Ciliata
8. Mikroorganisme penyebab penyakit
disentri adalah ....
A. Trypanosoma gambiense
B. Entamoeba histolytica
C. Leishmania donovani
D. Plasmodium vivax
E. Escherichia coli
9. Suatu mikroorganisme ditemukan
dalam feses manusia dengan ciri-ciri
tidak mempunyai klorofil, berbulu getar
(silia), dan menyebabkan gangguan pada
perut. Mikroorganisme tersebut
termasuk dalam genus ....
A. Didinium
B. Balantidium
C. Volvox
D. Euglena
http://biologi.blogsome.com | http://www.biologiterlengkap.web.id
E. Stentor
10. Penyakit kala azar disebabkan
oleh….
A. Leishmania donovani
B. Leishmania tropica
C. Trypanosoma evansi
D. Trypanosoma gambiense
E. Trypanosoma ginggivalis
11. Penyakit kaki gajah (filariasis) adala
penyakit yang disebabkan oleh ....
A. Wuchereria bancrofti
B. Taenia solium
C. Taenia saginata
D. Fasciola hepatica
E. Trichinella spiralis
12. Konjugasi merupakan cara
reproduksi seksual pada avertebrata.
Terbentukny individu baru ....
A. diawali dengan peleburan gamet
jantan dengan gamet betina yan sama
ukurannya
B. diawali dengan peleburan gamet
jantan dengan gamet betina yang
berbeda ukurannya
C. dari peleburan dua sel kelamin yang
dihasilkan oleh satu tubuh
D. dari ovum yang tidak dibuahi oleh
spermatozoa
E. diawali dengan peleburan dua sel
yang belum dapat dibedakan jenis
kelaminnya
13. Organisme yang mempunyai ciri
tidak mempunyai alat gerak,
menyebabkan penyakit malaria, bersifat
parasit, dimasukkan dalam golongan ....
A. Sporozoa
B. Rhizopoda
C. Flagellata
D. Mastigophora
E. Ciliata
14. Organisme laut yang dapat
mengeluarkan cahaya, dan termasuk
Protozoa, nama genusnya adalah ....
A. Stentor
B. Volvox
C. Euglena
D. Noctiluca
E. Vorticella
15. Entamoeba histolytica adalah sejenis
parasit yang dapat menimbulkan
penyakit disentri. Hewan ini dapat
bergerak dengan menggunakan ....
A. flagela
B. pseudopodia
C. silia
D. tentakel
E. kaki
16. Foraminifera yang sermg dipakai
sebagai penunjuk adanya sumber minyak
bumi dalam tanah adalah dari genus ....
A. Globigerina
B. Arcella
C. Ceratium
D. Volvox
E. Noctiluca
17. Pengaruh pemberantasan nyamuk
Anopheles terhadap Plasmodium
penyebab penyakit malaria adalah ....
A. mencegah secara langsung
pembiakan spora
B. memperlemah virulensinya
C. memutuskan daur hidupnya
D. memperlambat metabolisme sel darah
merah
E. memperpendek umur Plasmodium
http://biologi.blogsome.com | http://www.biologiterlengkap.web.id
18. Berikut adalah nama beberapa mikro
organisme yang hidup dalam tubuh
manusia:
I. Trypanosoma gambiense
II. Entamoeba histolytica
III. Leishmania donovani
IV. Plasmodium vivax
V. Escherichia coli.
Protozoa yang dapat menyebabkan
penyakit disentri adalah ....
A. I
B. II
C. III
D. IV
E. V
19. Trypanosoma termasuk kelompok
Fla gellata karena ....
A. mempunyai bulu cambuk
B. mempunyai rambut getar
C. mempunyai vakuola kontraktil
D. mempunyai bintik mata
E. mempunyai satu inti
20. Hubungan Protozoa dan penyakit
yang ditimbulkan berikut benar,
kecuali….
A. Trypanosoma evansi - penyakit tidur
B. Entamoeba histolytica - disentri
C. Leishmania donovani - penyakit
kalaazar
D. Plasmodium falciparum - malaria
tropikana
E. Trichomonas vaginalis - infeksi
saluran urine pada vagina

SOAL FISIKA GERAK LURUS

SOAL FISIKA GERAK LURUS



Soal No. 1
Batu bermassa 200 gram dilempar lurus ke atas dengan kecepatan awal 50 m/s.



Jika percepatan gravitasi ditempat tersebut adalah 10 m/s2, dan gesekan udara diabaikan, tentukan :
a) Tinggi maksimum yang bisa dicapai batu
b) Waktu yang diperlukan batu untuk mencapai ketinggian maksimum
c) Lama batu berada diudara sebelum kemudian jatuh ke tanah

Pembahasan
a) Saat batu berada di titik tertinggi, kecepatan batu adalah nol dan percepatan yang digunakan adalah percepatan gravitasi.  Dengan rumus GLBB:



b) Waktu yang diperlukan batu untuk mencapai titik tertinggi:



c) Lama batu berada di udara adalah dua kali lama waktu yang diperlukan untuk mencapai titik tertinggi.

t = (2)(5) = 10 sekon

Soal No. 2
Sebuah mobil bergerak dengan kelajuan awal 72 km/jam kemudian direm hingga berhenti pada jarak 8 meter dari tempat mulainya pengereman. Tentukan nilai perlambatan yang diberikan pada mobil tersebut!

Pembahasan
Ubah dulu satuan km/jam menjadi m/s kemudian gunakan persamaan untuk  GLBB diperlambat:



Soal No. 3

Perhatikan grafik berikut ini. 



Dari grafik diatas tentukanlah:
a. jarak tempuh gerak benda dari t = 5 s hingga t = 10 s
b. perpindahan benda dari  t = 5 s hingga t = 10 s

Pembahasan
Jika diberikan graik V (kecepatan) terhadap t (waktu) maka untuk mencari jarak tempuh atau perpindahan cukup dari luas kurva grafik V-t. Dengan catatan untuk jarak, semua luas bernilai positif, sedang untuk menghitung perpindahan, luas diatas sumbu t bernilai positif, di bawah bernilai negatif.



Soal No. 4
Seekor semut bergerak dari titik A menuju titik B pada seperti terlihat pada gambar berikut.



Jika r = 2 m, dan lama perjalanan semut adalah 10 sekon tentukan:
a) Kecepatan rata-rata gerak semut
b) Kelajuan rata-rata gerak semut

Pembahasan
Terlebih dahulu tentukan nilai perpindahan dan jarak si semut :
Jarak yang ditempuh semut adalah dari A melalui permukaan lengkung hingga titik B, tidak lain adalah seperempat keliling lingkaran.
Jarak = 1/4 (2πr) = 1/4 (2π x 2) = π meter

Perpindahan semut dilihat dari posisi awal dan akhirnya , sehingga perpindahan adalah dari A tarik garis lurus ke B. Cari dengan phytagoras.
Perpindahan = √ ( 22 + 22 ) = 2√2 meter.

a) Kecepatan rata-rata = perpindahan : selang waktu
Kecepatan rata-rata = 2√2 meter : 10 sekon = 0,2√2 m/s

b) Kelajuan rata-rata = jarak tempuh : selang waktu
Kelajuan rata- rata = π meter : 10 sekon = 0,1 π m/s

Soal No. 5
Pesawat Burung Dara Airlines berangkat dari kota P menuju arah timur selama 30 menit dengan kecepatan konstan 200 km/jam. Dari kota Q berlanjut ke kota R yang terletak 53o terhadap arah timur ditempuh selama 1 jam dengan kecepatan konstan 100 km/jam.



Tentukan:
a) Kecepatan rata-rata gerak pesawat
b) Kelajuan rata-rata gerak pesawat

Pembahasan
Salah satu cara :
Terlebih dahulu cari panjang PQ, QR, QR', RR', PR' dan PR



PQ = VPQ x tPQ = (200 km/jam) x (0,5) jam = 100 km
QR = VQR x tQR = (100 km/jam) x (1 jam) = 100 km
QR' = QR cos 53o = (100 km) x (0,6) = 60 km
RR' = QR sin 53o = (100 km) x (0,8) = 80 km
PR' = PQ + QR' = 100 + 60 = 160 km

PR = √[ (PR' )2 + (RR')2 ]
PR = √[ (160 ) 2 + (80)2 ] = √(32000) = 80√5 km

Jarak tempuh pesawat = PQ + QR = 100 + 100 = 200 km
Perpindahan pesawat = PR = 80√5 km
Selang waktu = 1 jam + 0,5 jam = 1,5 jam

a) Kecepatan rata-rata = perpindahan : selang waktu = 80√5 km : 1,5 jam = 53,3 √5 km/jam
b) Kelajuan rata-rata = jarak : selang waktu = 200 km : 1,5 jam = 133,3 km/jam

Soal No. 6
Diberikan grafik kecepatan terhadap waktu seperti gambar berikut:



Tentukan besar percepatan dan jenis gerak dari:
a) A - B
b) B - C
c) C - D

Pembahasan
Mencari percepatan (a) jika diberikan grafik V-t :

a = tan θ

dengan θ adalah sudut kemiringan garis grafik terhadap horizontal dan tan suatu sudut adalah sisi depan sudut dibagi sisi samping sudut. Ingat : tan-de-sa

a) A - B
a = (2 − 0) : (3− 0) = 2/3 m/s2
(benda bergerak lurus berubah beraturan / GLBB dipercepat)
b) B - C
a = 0 (garis lurus, benda bergerak lurus beraturan / GLB)
c) C - D
a = (5 − 2) : (9 − 7) = 3/2 m/s2
(benda bergerak lurus berubah beraturan / GLBB dipercepat)

Soal No. 7
Dari gambar berikut :



Tentukan:
a) Jarak tempuh dari A - B
b) Jarak tempuh dari B - C
c) Jarak tempuh dari C - D
d) Jarak tempuh dari A - D

Pembahasan
a) Jarak tempuh dari A - B
Cara Pertama
Data :
Vo = 0 m/s
a = (2 − 0) : (3− 0) = 2/3 m/s2
t = 3 sekon
S = Vo t + 1/2 at2
S = 0 + 1/2 (2/3 )(3)2 = 3 meter

Cara Kedua
Dengan mencari luas yang terbentuk antara titik A, B dang angka 3 (Luas Segitiga = setengah alas x tinggi) akan didapatkan hasil yang sama yaitu 3 meter

b) Jarak tempuh dari B - C
Cara pertama dengan Rumus GLB
S = Vt
S = (2)(4) = 8 meter

Cara kedua dengan mencari luas yang terbentuk antara garis B-C, angka 7 dan angka 3 (luas persegi panjang)

c) Jarak tempuh dari C - D
Cara Pertama
Data :
Vo = 2 m/s
a = 3/2 m/s2
t = 9 − 7 = 2 sekon
S = Vo t + 1/2 at2
S = (2)(2) + 1/2 (3/2 )(2)2 = 4 + 3 = 7 meter

Cara kedua dengan mencari luas yang terbentuk antara garis C-D, angka 9 dan angka 7 (luas trapesium) 

S = 1/2 (jumlah sisi sejajar) x tinggi
S = 1/2 (2+5)(9-7) = 7 meter.

d) Jarak tempuh dari A - D
Jarak tempuh A-D adalah jumlah dari jarak A-B, B-C dan C-D

Soal No. 8
Mobil A dan B dalam kondisi diam terpisah sejauh 1200 m.



Kedua mobil kemudian bergerak bersamaan saling mendekati dengan kecepatan konstan masing-masing VA = 40 m/s dan VB = 60 m/s.
Tentukan:
a) Jarak mobil A dari tempat berangkat saat berpapasan dengan mobil B
b) Waktu yang diperlukan kedua mobil saling berpapasan
c) Jarak mobil B dari tempat berangkat saat berpapasan dengan mobil A

Pembahasan
Waktu tempuh mobil A sama dengan waktu tempuh mobil B, karena berangkatnya bersamaan. Jarak dari A saat bertemu misalkan X, sehingga jarak dari B (1200 − X)

tA = tB
SA/VA = SB/VB
( x )/40 = ( 1200 − x ) /60
6x = 4( 1200 − x )
6x = 4800 − 4x
10x = 4800
x = 480 meter

b) Waktu yang diperlukan kedua mobil saling berpapasan
x = VA t
480 = 40t
t = 12 sekon

c) Jarak mobil B dari tempat berangkat saat berpapasan dengan mobil A
SB =VB t = (60) (12) = 720 m

Soal No. 9
Diberikan grafik kecepatan terhadap waktu dari gerak dua buah mobil, A dan B.



Tentukan pada jarak berapakah mobil A dan B bertemu lagi di jalan jika keduanya berangkat dari tempat yang sama!

Pembahasan
Analisa grafik:
Jenis gerak A → GLB dengan kecepatan konstan 80 m/s
Jenis gerak B → GLBB dengan percepatan a = tan α = 80 : 20 = 4 m/s2

Kedua mobil bertemu berarti jarak tempuh keduanya sama, misal keduanya bertemu saat waktu t
SA = SB
VA t =VoB t + 1/2 at2
80t = (0)t + 1/2 (4)t2
2t2 − 80t = 0
t2 − 40t = 0
t(t − 40) = 0
t = 0 sekon atau t = 40 sekon
Kedua mobil bertemu lagi saat t = 40 sekon pada jarak :
SA = VA t = (80)(40) = 3200 meter

Soal No. 10 (Gerak Vertikal ke Bawah / Jatuh Bebas)
Sebuah benda jatuh dari ketinggian 100 m. Jika percepatan gravitasi bumi 10 m/s2 tentukan:
a) kecepatan benda saat t = 2 sekon
b) jarak tempuh benda selama 2 sekon
c) ketinggian benda saat t = 2 sekon
d) kecepatan benda saat tiba di tanah
e) waktu yang diperlukan benda hingga tiba di tanah

Pembahasan
a) kecepatan benda saat t = 2 sekon
Data :
t = 2 s
a = g = 10 m/s2
Vo = 0 m/s
Vt = .....!

Vt = Vo + at
Vt = 0 + (10)(2) = 20 m/s

c) jarak tempuh benda selama 2 sekon
S = Vot + 1/2at2
S = (0)(t) + 1/2 (10)(2)2
S = 20 meter

c) ketinggian benda saat t = 2 sekon
ketinggian benda saat t = 2 sekon adalah tinggi mula-mula dikurangi jarak yang telah ditempuh benda.
S = 100 − 20 = 80 meter

d) kecepatan benda saat tiba di tanah
Vt2 = Vo2 + 2aS
Vt2 = (0) + 2 aS
Vt = √(2aS) = √[(2)(10)(100)] = 20√5 m/s

e) waktu yang diperlukan benda hingga tiba di tanah
Vt = V0 + at
20√5 = (0) + (10) t
t = 2√5 sekon
Soal No. 11
Besar kecepatan suatu partikel yang mengalami perlambatan konstan ternyata berubah dari 30 m/s menjadi 15 m/s setelah menempuh jarak sejauh 75 m. Partikel tersebut akan berhenti setelah menempuh jarak....
A. 15 m
B. 20 m
C. 25 m
D. 30 m
E. 50 m
(Soal SPMB 2003)

Pembahasan
Data pertama:
Vo = 30 m/s
Vt = 15 m/s
S = 75 m

Dari ini kita cari perlambatan partikel sebagai berikut:
Vt2 = Vo2 − 2aS
152 = 302 − 2a(75)
225 = 900 − 150 a
150 a = 900 − 225
a = 675 /150 = 4, 5 m/s2

Besar perlambatannya adalah 4,5 m/s2 (Kenapa tidak negatif? Karena dari awal perhitungan tanda negatifnya sudah dimasukkan ke dalam rumus, jika ingin hasil a nya negatif, gunakan persamaan Vt2 = Vo2 + 2aS)

Data berikutnya:
Vo = 15 m/s
Vt = 0 m/s (hingga berhenti)

Jarak yang masih ditempuh:
Vt2 = Vo2 − 2aS
02 = 152 − 2(4,5)S
0 = 225 − 9S
9S = 225
S = 225/9 = 25 m
Soal No. 12
Sebuah benda dijatuhkan dari ujung sebuah menara tanpa kecepatan awal. Setelah 2 detik benda sampai di tanah (g = 10 m s2). Tinggi menara tersebut …
A. 40 m
B. 25 m
C. 20 m
D. 15 m
E. 10 m
(EBTANAS 1991)


Pembahasan
Data:
νo = 0 m/s (jatuh bebas)
t = 2 s
g = 10 m s2
S = .....!

S = νo t + 1/2 gt2
S = (0)(2) + 1/2 (10)(2)2
S = 5(4) = 20 meter

SOAL GERAK LURUS BERATURAN DAN TIDAK BERATURAN

 CONTOH SOAL GERAK LURUS BERATURAN DAN TIDAK BERATURAN



1. sebuah bola dilemparkan vertikal ke atas dari tanah dan berada di udara selama 6 s. percepatan gravitasi 10 m/s2
dit: a) ketinggian maksimum? b)Vo? c)buatlah tabel kecepatan dan kelajuan pd saat t=1 s ,…s/d 6 s
h = vo t – ½ gt2
0 = vo (6 s) – ½ (10 m/s2)(6s)2
vo (6 s) = (5 m/s2)(36 s2)
vo = 180 m : 6 s
vo = 30 m/s
vt2 = vo2 – 2gh
0 = (30 m/s)2 – 2(10 m/s2)h
(30 m/s)2 = 2(10 m/s2) h
900 m2/s2 = 20 m/s2 (h)
h = 45 m
ketinggian maksimum = 45 meter
b) vo?
vo = 30 m/s
c) buatlah tabel kecepatan dan kelajuan pd saat t=1 s ,…s/d 6 s
t = 1 s sampai t = 6 s
vt = vo – gt
t = 1 s : vt = 30 m/s – (10 m/s2) (1 s) = 30 m/s – 10 m/s = 20 m/s
t = 2 s : vt = 30 m/s – (10 m/s2) (2 s) = 30 m/s – 20 m/s = 10 m/s
t = 3 s : vt = 30 m/s – (10 m/s2) (3 s) = 30 m/s – 30 m/s = 0 m/s
t = 4 s : vt = 30 m/s – (10 m/s2) (4 s) = 30 m/s – 40 m/s = -10 m/s
t = 5 s : vt = 30 m/s – (10 m/s2) (5 s) = 30 m/s – 50 m/s = -20 m/s
t = 6 s : vt = 30 m/s – (10 m/s2) (6 s) = 30 m/s – 60 m/s = -30 m/s

Kecepatan (v) Kelajuan (v) Waktu (t)
20 m/s 20 m/s 1 s
10 m/s 10 m/s 2 s
0 m/s 0 m/s 3 s
- 10 m/s 10 m/s 4 s
- 20 m/s 20 m/s 5 s
- 30 m/s 30 m/s 6 s

2. seorang anak mengarahkan ujung penyemprotnya yg berada 1,5 m di atas tanah vertikal ke atas. si anak dengan cepat menjauhkan ujung penyemprotnya dari arah vertikal dan dia mendengar bunyi air mengenai tanah 2 s kemudian. dit: kelajuan air itu keluar dari ujung penyemprot? (g=9,8 m/s2)
vt = vo – gt
AC = s = vot – ½ gt2
AC = + AB – BA – AC = -AC = -1,5 m
-1,5 m = vo(2 s) – ½ (9,8 m/s2) (2 s)2
-1,5 m = vo(2 s) – (4,9 m/s2) (4 s2)
-1,5 m = vo(2 s) – 19,6 m
18,1 m = vo(2 s)
vo = 18,1 m : 2 s
vo = 9,05 m/s
kecepatan awal = 9,05 m/s

3. Sebuah balon udara naik dengan kecepatan tetap 19 m/s. Pada ketinggian 102 m dari atas permukaan tanah, sebuah bungkusan dilepaskan. a) dengan kecepatan berapa bungkusan mengenai tanah ? b)berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai permukaan tanah ?
Pada titik tertinggi, kecepatan benda (vy) = 0.
Karena diketahui kecepatan awal (v0) = 19 m/s, kecepatan akhir (vy) = 0 dan percepatan gravitasi (g) = -10 m/s2 (gravitasi selalu bekerja ke bawah, sehingga bernilai negatif), maka kita menggunakan persamaan

vy2 = v02 + 2gy
0 = (19 m/s)2 + 2 (-10 m/s2) (y) = 361 m2/s2 – 20 m/s2 y
361 m2/s2 = 20 m/s2 y
y = 361 m2/s2 : 20 m/s2
y = 18,05 meter
Setelah dilepaskan, bungkusan masih bergerak 18,05 meter ke atas. Dengan demikian, ketinggian maksimum yang dicapai bungkusan adalah 102 m + 18,05 m = 120,05 m.
vy2 = v02 – 2gy = 0 – 2(10 m/s2) (-120,05 m) = 2401 m2/s2
vy = ±√2401 m2/s2 = – 49 m/s
t1 : waktu tempuh ketika bungkusan dilepaskan dan bergerak mencapai titik tertinggi
vt = vo + at
0 = 19 m/s – (10 m/s2) (t)
19 m/s = (10 m/s2) (t)
t = 1,9 sekon
t2 : waktu tempuh ketika bungkusan jatuh dari ketinggian maksimum menuju tanah
vt = vo + at
-49 m/s = 0 – (10 m/s2) (t)
t = – 49 m/s2 : – 10 m/s2
t = 4,9 sekon
lama waktu yang diperlukan untuk mencapai permukaan tanah adalah 1,9 s + 4,9 s = 6,8 s

4. Sebuah bola dilempar ke atas dan mencapai titik tertinggi 10 meter. Berapa kecepatan awalnya ? g = 10 m/s2
pada titik tertinggi kecepatan bola = 0.
vt2 = vo2 – 2gh
0 = vo2 – 2(10 m/s2) (10 m)
vo2 = 200 m2/s2
vo = 14,14 m/s

5. Sebuah bola dilemparkan dari tanah tegak lurus ke atas dengan laju 24 m/s.
a) berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik tertingginya ?
b) berapa ketinggian yang dapat dicapai bola ?

a. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik tertingginya ?
Di titik tertinggi, vy = 0. Pada soal di atas diketahui kecepatan awal vy0 = 24 m/s . Untuk memperoleh t, kita gunakan rumus :
vy = vyo – gt
Rumus ini kita balik, untuk menentukan nilai t (waktu) :

b. berapa ketinggian yang dicapai bola ?
Karena telah diketahui kecepatan awal dan kecepatan akhir, maka kita menggunakan rumus :
vy2 = vyo2 – 2gh

YA SUDAHLAH


Selasa, 23 Oktober 2012

PROTISTA

http://exaudysirait.blogspot.com/

Kingdom Protista adalah kingdom yang anggotaanya sangat beragam mencakup semua makhluk hidup eukariotik (intinya mempunyai selaput/membran inti) yang sebagian besar bersel satu (uniseluler) sampai bersel banyak (multiseluler) yang sederhana/belum ada diferensiasi sel.
Protista dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar :

  1. Protista mirip hewan (protozoa) 
  2. Protista mirip tumbuhan (alga/ganggang) 
  3. Protista mirip jamur (jamur lendir/dan jamur air)
Berdasarkan cara memperoleh makanan, protista dikelompokkan atas:
  • Protista autototrof, yaitu protista yang mempunyai klorofil sehingga dapat membuat makanan sendiri melalui fotosintesis. Fotosintesis adalah proses pembentukan senyawa organik dari senyawa anorganik menggunakan energi cahaya. Contohnya : Alga/ganggang 
  • Protista heterotrof, yaitu protista yang tidak dapat membuat makanan sendiri sehingga memerlukan makanan organik dari lingkungannya. dengan cara :
    • Fagositosis, yaitu proses memakan makhluk hidup lain (misal : bakteri) dengan cara memasukkan makhluk hidup yang dimakan tersebut ke dalam sel. Contohnya: Protozoa 
    • Protista saprofit dan parasit, saprofit artinya mencerna makanan organik di luar sel dari sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati dan parasit artinya menyerap sari-sari makanan dari makhluk hidup inangnya. Contoh: jamur
Selanjutnya kita bahas ketiga kelompok protista tersebut secara lebih detail dimulai dari yang paling sederhana : 
 Protista Mirip Jamur
Protista mirip jamur tidak dimasukkan ke dalam fungi karena struktur tubuh dan cara reproduksinya berbeda. Reproduksi jamur protista mirip jamur/fungi, tetapi gerakan pada fase vegetatifnya mirip amoeba. Meskipun tidak berklorofil, struktur membran jamur ini mirip ganggang. Jamur protista dibedakan menjadi dua macam yaitu : 
a. Myxomycota (Jamur Lendir)
  • Habitat di hutan basah, batang kayu yang membusuk, tanah lembab, kayu lapuk. Contoh jamur ini adalah Dictyostelium discoideum.
  • Fase hidupnya ada dua fase yaitu fase hewan (fase berbentuk plasmodium) dan fase tumbuhan (fase plasmodium mengering membentuk tubuh-tubuh buah yang bertangkai) 
  • Struktur tubuh vegetatif berbentuk seperti lendir yang disebut plasmodium, yang merupakan massa sitoplasma berinti banyak dan bergerak seperti amoeba istilahnya ameboid. dan memperoleh makanan secara fagosit ( memasukkan makanan ke dalam sel dan  makanan dicerna di dalam sel pada bagian yang disebut vakuola makanan).
  • pada fase vegetatif/plasmodium ini dapat bereproduksi secara vegetatif dengan cara pembelahan biner (satu plsmodium membelah menjadi dua plasmodium)  
  • Jika telah dewasa plasmodium akan menuju tempat yang kering dan membentuk badan buah (fruiting bodies) selanjutnya badan buah akan membentuk sporangium (kotak spora). Sporangium yang masak akan pecah dan spora tersebar dengan bantuan angin. 
  • Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang bersifat haploid, dan sel gamet ini melakukan singami. Singami adalah peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama (yang tidak dapat dibedakan jantan dan betinanya). Hasil peleburan berupa zigot dan zigot tumbuh dewasa menjadi plasmodium kembali. 

b. Oomycota (Jamur air)
  • Habitatnya di tempat yang lembab/perairan
  • Jamur air mempunyai hifa yang tidak bersekat (senositik) 
  • Dinding sel dari selulosa 
  • Reproduksi vegetatif dengan cara membentuk zoospora yang memiliki dua flagel untuk berenang.
  • Reproduksi generatif dengan cara fertilisasi yang akan membentuk zigot yang tumbuh menjadi oospora. 
  • Contohnya : 
    • Saprolegnia (parasit pada telur ikan) 
    • Phytophthora (parasit pada tanaman kentang) 
    • Phytium (penyebab busuknya kecambah dan busuk akar)

Protozoa ( Protista Mirip Hewan)

Protozoa berasal dari bahasa Yunani yaitu Protos artinya pertama dan Zoon artinya hewan. Protozoa sering disebut hewan bersel satu (uniseluler). Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri melalui organel-organel yang ada di dalam sel yang secara fungsi mirip dengan sistem organ pada hewan-hewan bersel banyak (metazoa).
  • Protozoa merupakan hewan bersel tunggal ( uniseluler )
  • Bersifat eukariotik/berinti sejati (inti dilindungi oleh membran inti ) sehingga substansi genetik/ kromosom terpisah dengan sitoplasma karena ada pembatas membran inti (caryotheca)
  • Selnya tidak memiliki dinding sel. namun jika lingkungan kurang baik dapat membentuk lapisan pelindung yang tebal disebut Kista/cysta setelah lingkungan baik kista pecah.
  • Ukurannya antara 3 – 1000 mikron merupakan organisme mikroskopis bersifat heterotrof artinya makanan tergantung organisme lain (fagosit, saprofit atau parasit)
  • Tempat hidupnya adalah tempat yang basah yang kaya zat organik, air tawar atau air laut
  • Bentuk tubuh protozoa berbeda-beda pada fase yang berbeda dalam siklus hidupnya. 
  • Protozoa memiliki alat gerak bermacam-macam antara lain ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cillia) atau bulu cambak (flagel). 
  • Pada umumnya protozoa berkembangbiak dengan membelah diri / pembelahan biner.
Klasifikasi Protozoa
Klasifikasi Protozoa berdasarkan alat geraknya. Protozoa dibedakan menjadi 4 kelas dan agar mudah menghafal disngkat RSCM ( Rhizopoda, Sporozoa,Ciliata, Mastigophora) 

a. Rhizopoda
  • Kebanyakan hidupnya di air tawar dan air laut
  • Struktur tubuhnya terdiri atas protoplasma yang dibatasi oleh membran.
  • Hewan ini memiliki ciri khusus yaitu alat geraknya yang berupa kaki semu (pseudopodium). Kaki semu merupakan penjuluran dari sebagian protoplasma. Geraknya disebut gerak amoeboid.
  • Berkembang biak secara vegetatif dengan membelah diri/pembelahan biner/amitosis
  • Makanannya diambil dengan cara fagosit dan dicerna pada vakuola makanan.
  • Alat ekskresinya vakuola kontraktil / rongga berdenyut. Vakuola kontraktil juga berfungsi memelihara keseimbangan osmosis sel sehingga mencegah pengembangan di luar batas yang dapat menagkibatkan rhizopoda pecah.
  • Pernafasannya dilakukan dengan difusi memakai seluruh permukaan tubuhnya.
  • Contoh rhizopoda : 
    • Entamoeba histolytica/disentriae parasit di dalam usus halus manusia penyebab disentri 
    • Entamoeba coli parasit di dalam usus besar manusia penyebab diare 
    • Entamoeba gingivalis parasit di dalam rongga gigi dan dapat merusak gigi dan gusi 
    • Arcella sp memiliki kerangka luar dari zat kitin, terdapat di air tawar 
    • Difflugia sp Mempunyai selaput halus, sehingga pasir dapat menempel 
    • Foraminifera sp Kerangka luar dari kapur indikator adanya minyak bumi 
    • Radiolaria sp Kerangka luar dari zat kersik untuk bahan penggosok (ampelas)



b. Sporozoa

adalah hewan yang dapat membentuk spora untuk menginfeksi inangnya. Tubuh berbentuk bulat atau bulat panjang. Semua anggota filum Sporozoa tidak memiliki alat gerak dan bersifat parasit.

Reproduksi dengan dua cara yaitu :
  • Secara aseksual/vegetatif yang dibagi lagi menjadi : 
    • Skizogoni yaitu pembelahan diri berlangsung dalam tubuh inang tetap
    • Sporogoni yaitu membentuk spora yang berlangsung dalam tubuh inang perantara (hospes intermediet) caranya melalui peleburan yang terjadi pada tubuh nyamuk
  • Secara seksual/generatif disebut gamogoni/gametogenesis yang berupa pembentukan dan peleburan sel-sel gamet (mikrogamet/gamet jantan dan makrogamet/gamet betina) yang terjadi di dalam tubuh inang perantara atau nyamuk.
Contoh-contoh Sporozoa antara lain :
  • Plasmadium vivax, penyebab penyakit malaria tertiana dengan gejala demam dengan masa sporulasi dalam selang waktu 48 jam. 
  • Plasmodium malariae, penyebab penyakit malaria quartana dengan gejala demam dengan masa sporulasi dalam selang waktu 72 jam. 
  • Plasmodium falcifarum, penyebab penyakit malaria tropika dengan gejala demam yang tidak teratur.
  • Plasmadium ovale, penyebab penyakit limpa/malaria ovale tertiana, dengan gejala demamnya lebih ringan daripada malaria tertiana.
  
Daur Hidup Plasmodium
Siklus/daur hidup Plasmodium membutuhkan 2 inang mahkluk hidup :
  1. tubuh nyamuk Anopheles betina sebagai inang perantara
  2. tubuh manusia sebagai inang tetap

  • Nyamuk Anopheles betina menggigit, menghisap darah manusia kemudian mengeluarkan air liur yang mengandung sporozoit
Di dalam tubuh manusia :
  • Bersama aliran darah sporozoit menuju hati dan menetap selama ± 3 hari. 
  • Kemudian sporozoid keluar dari hati kemudian menginfeksi sel-sel darah merah. Sporozoid di dalam sel darah merah disebut tropozoid.
  • Tropozoid akan membelah menjadi 6 - 32 merozoid. peristiwa pembelahan dalam inang manusia ini disebut skizogoni.
  • Setelah sel darah merah pecah, merozoid keluar dan mencari sel-sel darah merah baru. Kejadian merozoid merusak/melisis sel-sel darah merah berulang beberapakali. Gejala demam terjadi ketika merozoit melisiskan sel darah merah dalam jumlah banyak.
  • Sebagian dari merizoid berubah menjadi gametosit lalu gametosit akan berubah menjadi makrogametosit/gamet betina dan mikrogametosit/gamet jantan.
  • Jika darah si penderita digigit nyamuk Anopheles betina dan menghisap darah penderita tadi maka makrogametosit dan mikrogametosit akan ikut terhisap dan masuk ke dalam tubuh nyamuk. 
 Di dalam tubuh nyamuk :

  • Di dalam kelenjar ludah nyamuk makrogametosit dan mikrogametosit berkembang menjadi makrogamet (ovum) dan mikrogamet (sperma). Prosesnya dinamakan gamogoni/gametogenesis. 
  • Terjadi fertilisasi (peleburan gamet jantan dan gamet betina) sehingga terbentuklah zigot
  • Zygot berkembang menjadi ookinet masuk ke usus nyamuk untuk mendapatkan makanan 
  • Ookinet selanjutnya terbungkus oleh otot dinding perut nyamuk membentuk ookista 
  • Ookista akan membelah berulang kali membelahvsehingga terbentuk sel-sel yang lengkap dinamakan sporozoit. Peristiwa pembelahan dalam tubuh nyamuk disebut sporogoni
  • Ookista yang telah matang maka akan pecah sehingga sporozoit tersebar ke seluruh tubuh nyamuk, diantaranya adalah ke dalam kelenjar ludah. 
  • Nyamuk Anopheles betina menggigit, menghisap darah manusia kemudian mengeluarkan air liur yang mengandung sporozoit.
RINGKASNYA siklus ini sangat mudah dengan hafalan : S-T-M-G-Z-O-O ( Sporozoid-Tropozoid-Merozoid-Gametosit-Zygot-Ookinet -Ookista )

Pemberantasan malaria dapat dilakukan dengan cara :
  • Menghindari gigitan nyamuk Anopheles sp. 
  • Memotong siklus hidup plasmodium dengan cara mengubur barang-barang bekas yang dapat digenangi air, menutup bak penampungan air dan secara rutin mengurasnya dll.
  • Mengendalikan populasi nyamuk Anopheles dengan insektisida dan larvasida 
  • Pengobatan penderita secara teratur dengan anti-malaria seperti atebrin dan klrokin. Pengobatan tradisional menggunakan kina.

c. Cilliata
  • Cilliata merupakan protista bersel satu yang permukaan tubuhnya ditumbuhi rambut getar (silia) yang berfungsi sebagai alat gerak dan menangkap mangsa. 
  • Bentuk tubuhnya oval dan bentuknya tetap/tidak berubah-ubah
  • Hidup di tempat-tempat yang berair misal : sawah, rawa, tanah berair dan banyak mengandung bahan organik. 
  • Sifat hidup cilliata ada yang hidup bebas dan adapula yang parasit.
  • Beberapa contoh kelas cilliata: Paramaecium, Nyctoterus, Stylonichia sp, Balantidium coly, Stentor, Vorticella, Didinium

Paramecium caudatum 

  • Nama lain hewan sandal karena bentuknya mirip sandal
  • Habitat di tempat berair, sawah, rawa 
  • Mempunyai dua macam nukleus yaitu mikronukleus untuk reproduksi dan makronukleus untuk membantu proses fisiologis yang lain 
  • Mempunyai dua macam vakuola yaitu vakuola makanan berfungsi untuk membantu mencerna makanan dan vakuola kontraktil/berdenyut berfungsi untuk menjaga keseimbangan air di dalam tubuh da mengeluarkan sisa makanan cair.
  • Berkembangbiak dengan dua cara yaitu vegetatif dengan cara pembelahan biner dan generatif dengan cara konjugasi. 
  • Proses kojugasi terjadi antara dua paramecium yang saling berlekatan dan membentuk saluran untuk saling tukar menukar mikronukleus.
Sedangkan contoh hewan Cilliata yang lainnya adalah :
    • Stentor : hewan berbentuk seperti terompet
    • Didinium : merupakan pemangsa Paramecium, hidup diperairan yang banyak protozoa.
    • Vorticella : bentuk seperti lonceng, silia terdapar di sekitar mulut sel.
    • Stylonichia : mirip dengan Paramecium, silia berkelompok disebut sirus.
    • Nyctoterus ovalis : parasit di usus kecoa, berbentuk oval mirip Paramecium sp
    • Balantidium coli : parasit pada usus/kolon manusia. penyakitnya disebut balantidiosis.

d. Mastigophora/Flagellata

Semua organisme yang tergolong flagellata memiliki flagellum yang berperan sebagai alat gerak. Selain sebagai alat gerak flagellum juga dianfaatkan membawa masuk makanan ke dalam mulut dan sebagai indra untuk mengetahui keadaan lingkungan.

Berdasarkan ada tidaknya klorofil kelas flagellata dibedakan menjadi dua macam yaitufitoflagellata dan zooflagellata.
Fitoflagellata
  • Flagellata yang mampu melakukan fotosintesis karena mempunyai kromatofora  
  • Habitat di perairan bersih dan perairan kotor 
  • Cara mencerna makanan ada beberapa cara :
    • holozoik : memangsa organisme lain lalu mencernanya di dalam tubuhnya
    • holofitik : membuat makanan sendiri dari zat anorganik
    • saprofitik : mencerna organisme yang telah mati.
  • Cara reproduksi aseksual dengan pembelahan biner dan reproduksi seksualnya dengan konjugasi.
  • Contoh : Euglena , Volvox , Noctiluca :
    • Euglena viridis (mempunyai klorofil), 
    • Euglena sanguinea (memiliki pigmen fikoeritrin/merah) 
    • Volvox globator (hidup berkoloni) 
    • Noctiluca miliaris (mengeluarkan cahaya di malam hari). 

Zooflagellata/dinoflagellata 
  • Tidak mempunyai klorofil, sehingga bersifat heterotrof 
  • Umumnya hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia 
  • Contohnya: Tripanosoma , Leishmania 
  • Nama spesies dan penyakit yang ditimbulkan :
    • Tripanosoma lewisi parasit pada darah tikus 
    • Tripanosoma cruci penyebab penyakit cagas (anemia anak) 
    • Tripanosoma evansi sakit sura (malas) pada ternak, vector lalat tabanidae 
    • Tripanosoma brucei penyakit nagano pada ternak 
    • Tripanosoma gabiense sakit tidur, vektor lalat tsetse
    • Tripanosoma rhodosiense sakit tidur, vektor lalat tsetse
    • Tripanosoma vaginalis keputihan pada vagina 
    • Leishmania donovani penyebab sakit kalaazar (demam dan anemia)
    • Leishmania tropika penyakit kulit